Minggu, 10 Mei 2015



Asal Usul Sapi Bali
Sapi Bali merupakan keturunan Banteng ( Bos Bibos atau Bos Sondaicus) yang telah mengalami proses domestikasi selama berabad-abad. Banteng tersebut menurunkan hampir seluruh jenis sapi di Indonesia setelah mengalami persilangan dengan bangsa sapi lain, yang dimasukkan ke Indonesia seperti sapi Hissar, Ongole, dan lain-lain ketika orang-orang hindu datang ke Indonesia. Di Bali sapi ini diternakkan secara murni. Daerah penyebaran sapi Bali meliputi hampir seluruh propinsi di Indonesia. Disamping itu menurut Payne (1978) sapi bali juga pernah di ekspor ke Malaysia, Filipina, Hawai dan Australia.
Ciri-ciri
         Bulu tubuh sapi Bali jantan berwarna hitam. Sedang bulu tubuh pada sapi betina berwarna merah bata. Tanda-tanda lainnya adalah adanya empat warna putih pada bagian belakang paha, warna putih pada pinggiran bibir atas, warna putih pada kaki bawah mulai dari tersus dan carpus sampai batas pinggir atas kuku. Warna bulu pada ujung ekor hitam, pada telinga putih, dan terdapat garis hitam yang jelas di sepanjang tulang punggung mulai dari belakang gumba sampai ke pangkal ekor yang disebut garis belut. Tidak dikehendaki adanya kelainan-kelainan warna bulu seperti tutul, panjat, crendang, moros, bulu ijin, dan sebagainya.
        Kepala sapi jantan lebar dan paling lebar pada bagian dasar tanduk dengan garis profil lurus. Sedang pada sapi betina kepalanya berbentuk panjang, halus dan sempit dengan garis profil lurus. Tanduk pada sapi jantan tumbuh baik, warna hitam, dan yang paling baik tanduknya tidak congklok yaitu pertumbuhan tanduk mula-mula dari dasar sedikit keluar dan kebelakang lalu lalu membengkok keatas, kemudian pada ujungnya membengkok sedikit keluar. Sedang pada sapi betina tanduknya relatif  lebih pendek, kecil dan halus dari pada yang jantan.
       Tansuk yang paling disukai disebut “manggulgangsa” yaitu pertumbuhan tanduk satu garis dengan dahi arah kebelakang, sedikit melengkung ke bawah dan pada ujungnya sedikit mengarah kebawah dan ke dalam. Leher pada sapi jantan kompak dan kuat dalam hubungannya dengan kepala dan tubuh. Pertautan dengan kepala sempit, dan pertautannya pada dada sangat lebar. Sapi betina lehernya lebih ramping dan harmonis dalam hubungannya dengan kepala dan badan.
         Gumba baik pada sapi jantan maupun sapi betinatampak jelas, yang merupakan karakteristik kuat daripada sapi Bali. Ekor tertanam tinggi sampai kira-kira mencapai tumit. Dada cukup dalam dan lebar, tulang belakang kuat dengan kedudukan yang bagus dan pertumbuhan tubuh bagian depan lebih kuat daripada bagian belakang. Kulit pada umumnya halus dan kering. Pada sapi betina punggungnya relatif lebih pendek, tulang kemudinya tumbuh baik, lebar dan panjang.




Klasifikasi Sapi Bali
Family
: Bovidae
Sub Family
: Bovidae
Genus
: Bos
Spesies
: Bos Bibos / Bos Sondaicus
Spesies Lokal
: Bali-Cattle
Nama Lokal
: Sapi Bali